Kamis, 31 Mei 2012

JURUS ANTI GALAU

JURUS ANTI GALAU GALAU adalah sebuah kata yang akhir-akhir ini semakin populer terutama dikalangan anak mmuda bangsa ini. Kata ini digunakan sebagai ungkapan seseorang yang tengah dilanda rasa gelisah,cemas, suntuk, kepedihan dan kesedihan serta perasaan-perasaan tak enak lain yang ada di dalam jiwanya. Ungkapan ini sering sekali disebutkan oleh seseorang dan kadang tidak sungkan-sungkan untuk mengatakan bahwa dirinya sedang galau atau kacau. Ungkapan ini menjangkiti tidak seaja kalangan muda tapi juga sudah hampir seluruh orang, baik di kalangan pejabat, pegawai, buruh, pengangguran, kaya, miskin, tua, muda, pelajar ataupun santri ikut pula menyemarakkan dan mempopulerkan ungkapan ini sehingga menjadi sangat masyhur di negeri kita ini. Sesungguhnya rasa resah, gelisah (galau) ini akan terus dirasakan dan akan menjadi beban psikologis yang cukup berat jika tidak cepat dicari solusinya yang tepat.Semakin ia dibiarkan bersemayam dalam hati seseorang dan tidak dicarikan solusinya maka tidak menutup kemungkinan depresi dan stress akan hinggap dalam diri seseorang.Hal ini akibat persoalan hidup terutama soal/keadaan ekonomi yang semakin tak menentu, harga barang-barang semakin tak terkendali, persoalan politik yang tak menentu, persoalan sosial lainnya yang menuntut kearifan untuk menghadapinya. Persoalan-persoalan di atas menyebakan pada terjebaknya seseorang dalam kesibukkan dan rutinitas yang kadang agak susah untuk keluar dari persoalan itu. Dan ketika sampai pada puncak kejenuhan yang tinggi maka seseorang dapat saja mengambil langkah pragmatis dalam penyelesaian problema hidup. Pada dasarnya, manusia adalah sosok makhluk yang lemah dan bergelimang dosa. Wajar jika disebut sebagai makhluk yang paling sering dilanda kecemasan, apalagi ketika dihadapkan pada permasalahan hidup. Inilah fitrah bagi setiap insan yang memiliki akal pikiran dan tidak perlu dirisaukan karena Allah Subhanahu Wata’ala telah menyiapkan penawarnya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala di dalam Al-Qur’an surat Ar-Ra’d ayat ke 28 yang artinya : الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.” Orang yang senantiasa mengingat Allah SWT dalam segala hal yang dikerjakannya, tentu akan memiliki dorongan positif pada diri dan jiwanya. Karena dengan mengingat Allah SWT dalam menghadapi segala persoalan, pikirannya akan jernih dan bijak serta jiwanya diselimuti ketenangan dan ketentraman. Dan sudah merupakan janji Allah SWT, bagi siapa saja yang mengingatnya, maka didalam hatinya pastilah terisi dengan ketentraman-ketentraman yang tidak bisa didapatkan melainkan hanya dengan mengingat-Nya. Ayat-ayat Penawar Rasa Galau Ayat pertama, berserah diri kepada Allah SWT. Kita sangat dituntut untuk memiliki semangat bekerja keras, namun apapun hasilnya harus diserahkan kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya: فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.“ (QS: al Insyirah: 7-8). Dengan berserah diri kepada Allah, sesorang akan melakukan apapun dengan ketenangan dan kenyamanan bathin karena ada jaminan Allah Subhanahu Wata’ala yang senantiasa memelihara ciptaan-Nya. Allah SWT berfirman: وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً “Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaaq : 3). Ayat kedua, bersabar karena Allah. Bersabar disini bukan berarti menunggu dan pasrah begitu saja, sabar dalam artian menerima takdir Allah sebagai yang terbaik dan senantiasa mempersiapkan diri untuk melakukan yang terbaik pula. Allah menegaskan di dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat ke 200 yang artinya: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِر واْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wata’ala, supaya kamu beruntung.” Dan sesungguhnya dengan bersabar Allah sedang menyertai kita. Bukankah suatu kemuliaan bagi manusia jika sang Maha Pencipta sudi menyertai hidupnya? Inilah janji Allah dalam firman-Nya; يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٣ “Wahai orang-orang yang beriman mintalah pertolongan dengan cara bersabar dan melakukan shalat, Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah:153). Ayat ketiga, berteguh hati dan fikiran. Flash-back terkait makna ‘galau’ jika dipahami keresahan hati, maka kita sebagai umat Islam harus memiliki keteguhan hati dan fikiran bahwa Allah Subhanahu Wata’ala telah mengatur semesta alam ini. Jadi, tidak ada lagi kebimbangan mau jadi apa dan kemana masa depan kita, yang penting lakukanlah apa yang terbaik yang dapat dilakukan. Berikut Allah Subhanahu Wata’ala berfirman: وَقُلِ اعْمَلُواْ فَسَيَرَى اللّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ “Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah Subhanahu Wata’ala) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At-Taubah : 105) Ayat keempat, Jangan mudah bersedih. Sebagai umat Islam, kita harus merasa beruntung dalam berbagai hal kehidupan. Karena Islam telah merangkum aturan hidup manusia hingga akhir zaman, dan tidak sepatutnya seorang hamba Allah Subhanahu Wata’ala bersedih kecuali sedih karena dosanya. Allah Subhanahu Wata’ala memotivasi kita dalam firman-Nya; لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللّهَ مَعَنَا “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala bersama kami.” (QS. At Taubah: 40) Ayat kelima, menghadap Allah Subhanahu Wata’ala. Adukanlah semua permasalahan kepada Allah Subhanahu Wata’ala karena pasti Allah Subhanahu Wata’ala mempunyai semua solusinya. Sangat wajar jika kita menemui masalah dalam menjalani kehidupan ini, namun jangan pernah mundur atau takluk pada permaslahan itu. Allah Subhanahu Wata’ala sudah mengingatkan hamba-Nya di dalam ayat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari: يَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ “Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan.” (QS. Al Fatihah 5) Dan masih banyak lagi ayat-ayat dari Allah yang mendorong umat Islam untuk tidak menjadi bagian dari orang yang mengkampanyekan ‘galau’, karena dengan berkoar-koar dirinya dalam ke-galau-an maka dia telah menurunkan derajatnya menjadi manusia yang tidak bersyukur dan enggan berfikir. Kesimpulannya, umat Islam tidak akan mudah terjebak dalam dalam ‘galau’ jika mau mendekatkan dirinya selalu kepada Allah SWT.

0 komentar:

Posting Komentar