Sejenak Santai

Sejenak santai setelah jalankan kewajiban,lalu di abadikan oleh Agha.

Serah Terima Jabatan

Regenerasi sangat diperlukan dalam rangka untuk memperbaharui semangat dalam bekerja dan memperbaiki keadaan.

Seorang Pendamping Hidup

Seorang pendamping hidup yang selalu setia mendampingi suaminya demi menunjang aktifitas dan kegiatan suaminya.

Bersantai Sejenak

Melepaskan kegalauan hati sejenak dari kegiatan rutin dalam rangka untuk kembali merefresh hati (jiwa) dan raga sehingga dapat melaksanakan tugas kembali dengan baik.

Kenangan-Kenangan

Berpoto sejenak sebagai bukti diri di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pengabdian

Sedang menjalankan pengabdian pada Masyarakat di sebuah desa Kuliah Kerja Nyata.

Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 April 2012

Selamat Datang, Google Indonesia

Seperti telah diberitakan sebelumnya, hari ini (31/3), Google Indonesia secara resmi mengumumkan kehadirannya sebagai representasi Google di tanah air. Dengan membuka kantor representatif di Indonesia, Google berharap dapat lebih mendekatkan diri dengan para pengguna dan mitra kerja. Kantor ini sendiri rencananya baru akan dibuka pada bulan April 2012, tapi pihak Google belum bersedia menyebutkan lokasinya.

Konferensi pers peresmian Google Indonesia diadakan di Jackrabbit, Cyber 2 Tower, Kuningan – Jakarta, siang tadi. Pada kesempatan itu, Julian Persaud (Managing Director Google Southeast Asia) sekaligus memperkenalkan Rudy Ramawy selaku Country Head Google Indonesia.

Rudy bakal dibantu oleh timnya yang antara lain terdiri dari Krishna Zulkarnain (Country Marketing Manager Google Indonesia) dan Henky Prihatna (Country Consultant Google Indonesia). Dari informasi yang kami peroleh, total anggota tim Google Indonesia saat ini berjumlah sekitar enam orang.

“Tujuan besar kami adalah bersama membangun ekosistem internet Indonesia dan membantu meningkatkan kualitas hidup, perkembangan ekonomi, dan pendidikan [nasional],” ujar Rudy dalam sambutannya.

Di samping itu, Google menyatakan niatnya untuk membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah menuju ke sana bahkan telah dimulai sebelum tim Google Indonesia dibentuk. Salah satunya dengan menggalakkan kampanye “Bisnis Lokal Go Online” yang menyediakan platform online cuma-cuma bagi pebisnis UKM tanah air.

Berdasarkan laporan Deloitte Access Economics pada awal tahun ini, dikemukakan bahwa kontribusi internet di tahun 2011 terhadap perekonomian Indonesia mencapai 1,6% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

Dengan pertumbuhan jumlah pengguna internet di Indonesia yang diprediksi akan meningkat dua kali lipat dalam lima tahun ke depan, potensi pertumbuhan ekonomi nasional dapat digenjot hingga mencapai Rp130 triliun atau sekitar 2,5% dari PDB.

Sumber : Info Komputer, Ditulis Pada Jumat, 30 Maret 2012 20:33 oleh Erry FP

Sabtu, 31 Maret 2012

Kenaikan BBM Ditunda Untuk Sementara

JAKARTA. Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi batal naik per 1 April mendatang. Namun, ini bukan berarti pemerintah tak bisa menaikkan harga BBM bersubsidi.

Sidang paripurna DPR akhirnya memutuskan pemerintah bisa menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bila harga rata-rata minyak mentah Indonesia dalam enam bulan melampaui 15% dari asumsi makro. Keputusan ini diperoleh setelah melalui pemungutan suara.

Dalam pemungutan suara itu, DPR memilih dua opsi. Opsi pertama, pemerintah tak bisa menaikkan harga jual eceran BBM subsidi. Ini artinya anggota DPR tetap mempertahankan pasal 7 ayat 6 Undang-Undang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012.

Sedangkan opsi kedua, anggota DPR memilih penambahan pasal 7 ayat 6A. Pasal ini menyatakan, pemerintah bisa menaikkan harga jual eceran BBM bila harga rata-rata minyak mentah Indonesia dalam enam bulan melampaui 15% dari asumsi makro.

Hasilnya, sebanyak 356 anggota DPR menyetujui penambahan pasal 7 ayat 6A dalam Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2012. Pasal 7 ayat 6A ini menyatakan, pemerintah bisa menaikkan harga BBM bila harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) selama enam bulan naik 15% dari asumsi makro sebesar US$ 105 per barel. Ini artinya, pemerintah menaikkan harga BBM subsidi jika sewaktu-waktu harga minyak menjulang.

Fraksi yang mendukung opsi ini adalah fraksi Partai Demokrat, Golongan Karya (Golkar), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Jumlah pendukung opsi ini sebanyak 356 orang.

Sedangkan, opsi yang menolak pasal 7 ayat 6A adalah fraksi Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerakan Indonesia Rakyat (Gerindra). Fraksi Gerindra yang semula mengancam walk out ternyata tetap berada di ruang sidang paripurna. Jumlah pendukung opsi ini sebanyak 82 orang.

Sidang pemungutan suara ini diwarnai aksi walk out oleh fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Fraksi Hanura tersebut menyatakan tidak ikut dalam pemungutan suara untuk menentukan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Sementara fraksi PDIP menilai, rapat paripurna tersebut tidak lagi mempunyai legitimasi memutuskan usulan kenaikan harga BBM. Fraksi berlambang banteng bemuk ini menilai rapat paripurna tersebut tidak sah dan melanggar tata tertib DPR.

Sementara itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengaku belum mempersiapkan risiko fiskal apabila harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak jadi naik. Hingga saat ini, pemerintah masih tetap membawa satu opsi yakni menaikkan harga BBM bersubsidi dengan anggaran subsidi energi sebesar Rp 225 triliun.

"Belum ada hitungannya. Kami cuma punya satu skenario dan berharap itu bisa didukung oleh DPR karena secara strategis itu yang baik untuk fiskal indonesia maupun untuk rakyat indonesia," ujarnya, Jumat (30/3).

Agus menyatakan opsi tersbeut merupakan pilihan yang paling realistris untuk anggaran negara. Pasalnya, dia beralasan subsidi energi terlalu besar dan membuat anggaran tidak sehat. "Subsidi ini dimanfaatkan oleh masyarakat yang bukan seharusnya menikmati itu kontraproduktif dan tidak tepat," tandasnya.

Sumber : Kontan.co.id